Manfaat Kedondong
Gaya Hidup

13 Manfaat Buah Kedondong untuk Kesehatan

Manfaat Buah Kedondong – Buah kedondong (Spondias dulcis), atau yang juga dikenal dengan nama ambarella atau kincung, merupakan buah tropis yang memiliki rasa unik, kombinasi asam dan manis yang begitu khas. Terkadang disebut sebagai saudara sekaligus umbi dari buah mangga, kedondong memiliki tekstur yang cenderung keras dan memberikan sensasi yang berbeda dengan buah mangga. Kedondong, atau dikenal juga sebagai ambarella atau kincung, tidak hanya memanjakan lidah dengan rasa asam manisnya yang khas, tetapi juga memberikan berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa.

Sebuah penelitian terhadap kandungan nutrisi buah kedondong mengungkapkan, dalam 100 gram buah kedondong, kita akan menemukan nutrisi esensial seperti vitamin C, vitamin A, vitamin B kompleks, kalsium, fosfor, dan zat besi.

Manfaat Buah Kedondong untuk Kesehatan

Berikut ragam manfaat buah kedondong yang dirangkum dari beberapa sumber.

1. Mencegah Anemia

Beberapa studi menunjukan, kandungan zat besi dalam buah ini membantu dalam pembentukan sel darah merah, meningkatkan aliran oksigen, dan mendukung peningkatan aliran darah. Hal ini sangat bermanfaat berarti bagi penderita anemia yang membutuhkan peningkatan kadar zat besi dalam tubuh.

2. Menjaga Kesehatan Kulit

Sebagai antioksidan alami, vitamin C membantu melawan radikal bebas dan merangsang produksi kolagen. Kolagen, protein penting untuk kekencangan dan kelembapan kulit, membuat buah kedondong menjadi sahabat terbaik bagi mereka yang peduli akan penampilan kulit mereka.

3. Membantu Menurunkan Berat Badan

Kandungan kalori rendah, lemak, dan tingginya serat membuat buah ini ideal untuk dikonsumsi dalam diet penurunan berat badan. Dengan merasa kenyang lebih lama berkat serat yang tinggi, kita dapat mencapai tujuan berat badan ideal dengan lebih mudah.

4. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Kandungan vitamin A dalam buah kedondong terbukti pada beberapa penelitian ilmiah terpublikasi, dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Nutrisi ini tidak hanya menjaga kesehatan mata, tetapi juga memperkuat pertahanan tubuh terhadap serangan infeksi.

5. Mencegah Penuaan Dini

Hasil penelitian ilmiah mengungkapkan bahwa antioksidan tersebut merangsang sintesis kolagen, membantu mengatasi kulit kering, psoriasis, dan secara efektif melambatkan proses penuaan.

6. Menyehatkan Mata

Beberapa studi mengungkapkan, vitamin A dan beta-karoten dalam buah kedondong memberikan manfaat besar bagi kesehatan mata. Kedua zat ini berperan dalam menjaga keutuhan sel-sel mata, meningkatkan penglihatan, dan melindungi mata dari risiko degenerasi makula.

7. Mengatasi Masalah Pencernaan

Tak hanya enak di lidah, buah kedondong juga membawa sejumlah antioksidan seperti flavonoid, terpenoid, dan tanin yang bekerja sama untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Serat dalam buah ini juga turut berkontribusi dalam mengurangi kembung dan sakit perut.

8. Menurunkan Risiko Anemia

Anemia, kondisi yang disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam tubuh, dapat dicegah dan diatasi dengan mengonsumsi buah kedondong, hal tersebut sejalan dengan beberapa hasil studi ilmiah. Kandungan zat besi yang signifikan dalam buah ini membantu meningkatkan produksi sel darah merah, menjaga aliran oksigen, dan mencegah terjadinya anemia.

9. Menjaga Fungsi Jantung

Ternyata, buah kedondong juga memiliki kandungan glikosida jantung yang berperan dalam menjaga fungsi jantung. Hasil penelitian mengungkapkan, senyawa ini tidak hanya menjaga tekanan darah tetap normal, tetapi juga mencegah terjadinya hipertensi atau hipotensi. Dengan merawat pembuluh darah dan mencegah penyumbatan kolesterol LDL, buah kedondong dapat menjadi sekutu terpercaya bagi kesehatan jantung.

10. Mendukung Pencernaan yang Sehat

Buah kedondong bukan hanya enak untuk dimakan, tetapi juga mengandung serat diet yang sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Penelitian menunjukan bahwa serat membantu mengatasi masalah pencernaan seperti sembelit dan mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus.

11. Menyegarkan dan Menghidrasi Tubuh

Kandungan air yang tinggi dalam buah kedondong menjadikannya pilihan sempurna untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Kehidratan tubuh merupakan kunci untuk berbagai fungsi tubuh yang optimal, termasuk kelancaran sirkulasi darah, suhu tubuh yang stabil, dan fungsi organ yang optimal.

12. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Vitamin C yang tinggi dalam buah kedondong tidak hanya memberikan kelezatan pada lidah, tetapi juga meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin C dan zat besi bekerja sama untuk meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh. Dengan mengonsumsi buah ini secara rutin, tubuh kita akan mampu melawan berbagai infeksi dan penyakit dengan lebih efektif.

13 Meningkatkan Fungsi Penglihatan

Beberapa penelitian ilmiah menunjukan bahwa manfaat vitamin A dalam buah kedondong tidak hanya terbatas pada menjaga kesehatan kulit, tetapi juga memperbaiki fungsi penglihatan. Vitamin A membantu dalam proses pembeinformasi visual dari retina ke otak. Dengan mengonsumsi buah kedondong secara teratur, kita dapat mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia (AMD) dan menjaga penglihatan tetap tajam.

Demikianlah ulasan tentang manfaat buah kedondong untuk kesehatan, semoga dapat bermanfaat ya, terimakasih.

Baca juga:

Referensi

  1. Hasibuan, A. S. (2021). Anti-Inflammatory Activity Test of Ethanol Extract of Ambarella Fruit Leaves (Spondias dulcis Frost) Against Male Rats Induced Carrageenan. Indonesian Journal of Pharmaceutical Research1(2), 38-43.
  2. Righi, N. C., Schuch, F. B., De Nardi, A. T., Pippi, C. M., de Almeida Righi, G., Puntel, G. O., … & Signori, L. U. (2020). Effects of vitamin C on oxidative stress, inflammation, muscle soreness, and strength following acute exercise: meta-analyses of randomized clinical trials. European Journal of Nutrition59, 2827-2839.
  3. Gibson, E., Stacey, N., Sunderland, T. C., & Adhuri, D. S. (2020). Dietary diversity and fish consumption of mothers and their children in fisher households in Komodo District, eastern Indonesia. PloS one15(4), e0230777.
  4. Dubois-Deruy, E., Peugnet, V., Turkieh, A., & Pinet, F. (2020). Oxidative stress in cardiovascular diseases. Antioxidants9(9), 864.
  5. DePhillipo, N. N., Aman, Z. S., Kennedy, M. I., Begley, J. P., Moatshe, G., & LaPrade, R. F. (2018). Efficacy of vitamin C supplementation on collagen synthesis and oxidative stress after musculoskeletal injuries: a systematic review. Orthopaedic journal of sports medicine6(10), 2325967118804544.
  6. Padayatty, S. J., Katz, A., Wang, Y., Eck, P., Kwon, O., Lee, J. H., … & Levine, M. (2003). Vitamin C as an antioxidant: evaluation of its role in disease prevention. Journal of the American college of Nutrition22(1), 18-35.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.