Manfaat Kucai
Gaya Hidup

9 Manfaat Kucai untuk Kesehatan

Manfaat Kucai – Dalam keberagaman hidangan Indonesia, kucai (Allium schoenoprasum) mungkin sering dianggap sebatas pelengkap. Namun, melalui serangkaian penelitian dan riset, kita semakin menyadari bahwa kucai bukan sekadar bumbu penyedap, melainkan sahabat sehat yang penuh keajaiban.

Manfaat Kucai untuk Kesehatan

Manfaat Kucai

Berikut ragam manfaat Kucai untuk Kesehatan yang disadur dari beberapa sumber referensi.

1. Sumber Nutrisi

Dalam setiap 100 gram kucai, terdapat sekitar 30 kalori dan beragam nutrisi yang sangat diperlukan oleh tubuh. Mulai dari protein, karbohidrat, serat, kalsium, magnesium, fosfor, folat, kalium, hingga vitamin A, C, dan K. Tidak hanya itu, kucai juga mengandung zat besi, selenium, zinc, vitamin B, dan sejumlah antioksidan seperti flavonoid, lutein, dan zeaxanthin.

2. Sumber Antioksidan

Kucai bukan hanya memberikan cita rasa unik, tetapi juga menyajikan sejumlah antioksidan. Flavonoid dan senyawa sulfur yang terkandung dalam kucai bukan sekadar penambah rasa, tapi juga melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas.

3. Memelihara Kesehatan Otak

Kucai mengandung cholin, folat, dan antioksidan yang terbukti bermanfaat untuk memelihara kesehatan dan fungsi otak. Konsumsi makanan bergizi, termasuk kucai, dapat meningkatkan daya ingat, fokus, dan konsentrasi. Riset juga menunjukkan bahwa hal ini dapat menekan risiko terjadinya pikun, demensia, dan penyakit Alzheimer.

4. Menghambat Sel Kanker

Kucai ternyata juga memiliki senyawa antikanker. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak kucai mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Meski bukan satu-satunya cara mencegah kanker, konsumsi kucai dapat menjadi langkah preventif yang baik.

5. Melawan Penyakit Kardiovaskular

Tidak hanya sekadar pelengkap masakan, kucai memiliki kemampuan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Hasil penelitian ilmiah mengungkapkan, kandungan antioksidan membantu mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan pembuluh darah. Serat dalam kucai juga berperan dalam menurunkan kadar kolesterol, menjaga kesehatan jantung, dan mengurangi risiko stroke.

6. Mendukung Kesehatan Pencernaan

Kucai, sebagai sumber serat pangan yang baik, tidak hanya menciptakan tekstur menarik dalam masakan tetapi juga mendukung kesehatan saluran pencernaan. Serat membantu mencegah sembelit, meningkatkan pergerakan usus, dan mengurangi risiko kanker usus besar.

7. Mengontrol Tekanan Darah

Kucai bukan hanya lezat di lidah, tapi juga baik untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Beberap studi menunjukan, kandungan kalium dan antioksidan flavonoid dapat efektif menurunkan dan mengontrol tekanan darah.

8. Mencegah Osteoporosis

Osteoporosis, penyakit yang melemahkan kepadatan tulang, dapat dihadapi dengan konsumsi kucai secara teratur. Kalsium dan vitamin K dalam kucai berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang, mengurangi risiko osteoporosis, dan menjadikan tulang lebih kuat.

9. Kulit Sehat dan Awet Muda

Kucai bukan hanya menyegarkan dalam masakan, tetapi juga menyegarkan kulit. Dengan kandungan vitamin A, C, dan antioksidan, kucai membantu melawan radikal bebas penyebab penuaan dini. Kulit yang sehat dan bersinar merupakan salah satu manfaat tambahan dari kucai.

Demikianlah ulasan tentang manfaat kucai untuk kesehatan, semoga bermanfaat ya, terimakasih.

Baca juga:

Referensi

  1. Forma, A., Chilimoniuk, Z., Januszewski, J., & Sitarz, R. (2021). The potential application of allium extracts in the treatment of gastrointestinal cancers. Gastroenterology Insights12(2), 136-146.
  2. Kothari, D., Lee, W. D., & Kim, S. K. (2020). Allium flavonols: Health benefits, molecular targets, and bioavailability. Antioxidants9(9), 888.
  3. Franzoni, F., Scarfò, G., Guidotti, S., Fusi, J., Asomov, M., & Pruneti, C. (2021). Oxidative stress and cognitive decline: the neuroprotective role of natural antioxidants. Frontiers in neuroscience15, 729757.
  4. Wan, Q., Li, N., Du, L., Zhao, R., Yi, M., Xu, Q., & Zhou, Y. (2019). Allium vegetable consumption and health: An umbrella review of meta‐analyses of multiple health outcomes. Food science & nutrition7(8), 2451-2470.
  5. Asemani, Y., Zamani, N., Bayat, M., & Amirghofran, Z. (2019). Allium vegetables for possible future of cancer treatment. Phytotherapy Research33(12), 3019-3039.
  6. Zeng, Y., Li, Y., Yang, J., Pu, X., Du, J., Yang, X., … & Yang, S. (2017). Therapeutic role of functional components in alliums for preventive chronic disease in human being. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine2017.
  7. Wilson, D. W., Nash, P., Buttar, H. S., Griffiths, K., Singh, R., De Meester, F., … & Takahashi, T. (2017). The role of food antioxidants, benefits of functional foods, and influence of feeding habits on the health of the older person: An overview. Antioxidants6(4), 81.
  8. Zhou, Y., Zhuang, W., Hu, W., Liu, G. J., Wu, T. X., & Wu, X. T. (2011). Consumption of large amounts of Allium vegetables reduces risk for gastric cancer in a meta-analysis. Gastroenterology141(1), 80-89.
  9. Rahman, K. (2007). Studies on free radicals, antioxidants, and co-factors. Clinical interventions in aging2(2), 219-236.
  10. Contestabile, A. (2001). Oxidative stress in neurodegeneration: mechanisms and therapeutic perspectives. Current topics in medicinal chemistry1(6), 553-568.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.