Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat
Rakyat & Masyarakat

Tata Cara dan Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat

Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat – Sholat Dhuha memiliki banyak keutamaan, dan salah satu yang paling utama sebagai bentuk syukur kepada Allah. Saat kita meluangkan waktu di pagi hari yang cerah untuk beribadah, itu merupakan tanda rasa syukur kita atas nikmat hidup yang diberikan oleh-Nya. Sholat Dhuha juga menjadi sarana untuk membersihkan hati dari beban dan kesibukan dunia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 152).

Penjelasan mengenai Sholat Dhuha 4 rakaat sekali salam yang diperbolehkan berdasarkan fatwa Asy Syabakah Al Islamiyyah merupakan informasi yang sangat penting bagi umat Islam. Fatwa tersebut memberikan dasar hukum dan keabsahan pelaksanaan sholat tersebut. Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammar Al Ghathafani, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang” (HR. Tirmidzi no. 475, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 4342).

Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat

Bacaan niat tersebut merupakan langkah awal yang penting sebelum melaksanakan sholat Dhuha. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai bacaan tersebut:

أصَلَّى سُنَّةَ الضُّحَى اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnata dhuhaa arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adzaa’an lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunat dhuha empat rakaat dengan menghadap kiblat karena Alla Ta’ala.”

Niat tersebut mencerminkan kesungguhan hati seseorang dalam melaksanakan sholat Dhuha sebagai bentuk ibadah kepada Allah Ta’ala. Penting untuk diingat bahwa niat harus benar-benar bersumber dari hati yang tulus dan ikhlas semata-mata untuk Allah.

Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat

Berikut ini merupakan tata cara sholat Dhuha 4 rakaat secara lebih rinci:

Berdiri untuk Rakaat Pertama

  • Membaca niat sholat dhuha 4 rakaat.
  • Takbiratul Ihram
  • Membaca Doa Iftitah
  • Membaca Surat Al-Fatihah
  • Membaca Surat Pendek
  • Ruku’
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud

Berdiri untuk Rakaat Kedua sambil mengucapka Allahuakbar

  • Membaca Surat Al-Fatihah
  • Membaca Surat Pendek
  • Ruku’
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud
  • Tahiyyat Awal
  • Dilanjutkan berdiri untuk rakaat ketiga sambil melafal takbir.

Berdiri untuk Rakaat Ketiga sambil mengucapka Allahuakbar

  • Membaca Surat Al-Fatihah
  • Ruku’
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud
  • Berdiri untuk melanjutkan rakaat

Berdiri untuk Rakaat Keempat sambil mengucapka Allahuakbar

  • Membaca Surat Al-Fatihah
  • Ruku’
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud
  • Tahiyyat Akhir
  • Salam
  • Dilanjutkan dengan membaca doa

Doa setelah Sholat Dhuha

Menyadur dari situ NU Online, berikut bacaan doa setelah sholat dhuha beserta latin dan artinya.


اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Allahumma innadluha-a dluha-uka wal-bahaa-a bahaa-uka, wal-jamaala jamaaluka, wal-quwwata quwatu-ka, wal-qudrata qudratu-ka, wal-‘ishmata ‘ishmatu-ka. Allahumma in kaana rizqi fis samaa-i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa-akhrijhu, wa in kaana mu’siran fayassirhu, wa in kaana haraaman fathahhirhu, wa in kaana ba’idan faqqarribhu bihaqqi dluhaai-ka wa bahaa-i-ka wa jamaali-ka wa quwwati-ka wa qudrati-ka, aatini maa ataita ‘ibaadakash-shaalihiin.”

Artinya:

“Wahai Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kecantikan adalah kecantikan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, turunkanlah, dan jika berada di bumi, keluarkanlah, jika sulit mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat keindahan, keagungan, kecantikan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami sebagaimana Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

Doa ini mencakup permohonan atas berbagai kebaikan dan kelancaran rezeki, dan juga memohon perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT. Semoga doa ini menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih berkah-Nya. Aamiin.

Baca juga:

Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.